KBLI 10120: Peluang Usaha Rumah Potong Unggas yang Menguntungkan & Legal

KBLI 10120 Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas di Indonesia: Definisi, Sektor Usaha, dan Perizinan

Kegiatan rumah potong unggas dan pengepakan daging merupakan salah satu sektor industri pangan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok protein hewani. Di Indonesia, kegiatan ini memiliki pengaturan klasifikasi tersendiri dalam sistem Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan kode KBLI 10120 Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas. Penetapan kode ini berfungsi untuk memberikan kejelasan terhadap ruang lingkup usaha dan perizinan, serta membantu pelaku usaha dalam proses legalitas melalui sistem perizinan modern.

Di tengah berkembangnya permintaan konsumsi protein hewani, khususnya ayam dan unggas lainnya, klasifikasi ini menjadi semakin relevan. Konsumen modern membutuhkan daging unggas yang aman, higienis, dan terstandardisasi dari hulu hingga hilir. Inilah yang membuat keberadaan rumah potong unggas dan fasilitasi pengepakan menjadi struktur penting untuk menunjang rantai pasok industri makanan.


Definisi dan Ruang Lingkup KBLI 10120

KBLI 10120 mencakup kegiatan pemotongan unggas, penyembelihan, pengeluaran jeroan, pengolahan awal, serta proses pengepakan sebelum masuk ke tahap distribusi. Unggas yang dimaksud dalam klasifikasi ini mencakup kategori seperti:

  • Ayam broiler
  • Ayam kampung
  • Bebek
  • Puyuh
  • Angsa
  • Turki (kalkun) dan jenis unggas lainnya

Kegiatan yang masuk dalam klasifikasi KBLI 10120 antara lain:

  • Penyembelihan unggas
  • Pemotongan dan pengeluaran jeroan
  • Pencucian dan preparasi karkas
  • Pengepakan dan pengemasan dalam bentuk segar atau dingin

Sedangkan kegiatan yang tidak termasuk dalam KBLI ini adalah proses pengolahan lanjutan seperti marinasi, pengolahan siap masak (ready-to-cook), dan produk olahan frozen ber-bumbu. Produk olahan tersebut biasanya jatuh pada klasifikasi lain di sektor industri pengolahan makanan.

Dengan adanya klasifikasi ini, pelaku usaha dapat memahami posisi mereka dalam struktur industri dan jenis izin usaha yang wajib diurus agar operasional dapat berjalan secara legal.


Pentingnya Industri Rumah Potong Unggas dalam Rantai Pasok Nasional

Industri rumah potong unggas memiliki nilai strategis karena berhubungan langsung dengan konsumsi masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi unggas yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi kelas menengah. Ayam broiler dan produk unggas menjadi sumber protein pilihan karena harganya lebih stabil dan terjangkau dibandingkan daging merah seperti sapi atau kambing.

Beberapa faktor yang menguatkan permintaan sektor ini antara lain:

  • pertumbuhan industri kuliner
  • ekspansi restoran cepat saji
  • sektor katering dan HORECA
  • retail modern seperti minimarket dan supermarket
  • pertumbuhan populasi urban

Di sisi lain, pertumbuhan ini juga menuntut penerapan standar keamanan pangan, standar higienitas, serta sistem traceability agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen secara konsisten. Oleh karena itu, rumah potong unggas kini dituntut untuk melakukan praktik dengan standar sanitasi, cold chain, serta proses logistik yang lebih baik.


Jenis Produk Keluaran dari KBLI 10120

Produk yang dihasilkan dari kegiatan KBLI ini umumnya termasuk dalam kategori:

  • daging unggas segar
  • karkas utuh
  • bagian unggas (cut portioning)
  • produk dingin/chilled (belum dibumbui)
  • produk beku tanpa pengolahan lanjutan

Produk tersebut kemudian dapat didistribusikan ke berbagai lini industri maupun konsumen akhir.


Perizinan Usaha KBLI 10120 Melalui OSS

Sebelum melakukan operasional, pelaku usaha perlu mendaftarkan kegiatan usahanya melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang kini telah mengadopsi mekanisme berbasis risiko atau OSS-RBA (Risk Based Approach).

Melalui OSS-RBA, jenis izin yang dibutuhkan akan ditentukan berdasarkan tingkat risiko usaha, yaitu:

  • risiko rendah
  • risiko menengah
  • risiko tinggi

Karena kegiatan rumah potong unggas melibatkan pangan hewani, sanitasi, dan rantai pasok makanan, usaha ini umumnya masuk dalam kategori risiko menengah hingga tinggi. Hal ini dapat memicu kewajiban izin seperti:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha)
  • Sertifikat Standar
  • Izin Operasional/Komersial
  • Sertifikasi keamanan pangan tertentu
  • Veteriner dan sertifikasi rumah potong unggas
  • Standar cold storage (jika menggunakan fasilitas berpendingin)

Kewajiban Terkait Higienitas dan Keamanan Pangan

Kegiatan rumah potong unggas tidak hanya dipandang dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi keamanan pangan. Negara melalui otoritas veteriner dan otoritas pangan menetapkan berbagai regulasi untuk memastikan bahwa produk unggas aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan masyarakat.

Standar-standar tersebut umumnya mencakup:

  • sanitasi fasilitas
  • sistem penyembelihan sesuai prosedur
  • prosedur rantai dingin (cold chain)
  • sterilisasi alat kerja
  • kontrol mutu dan inspeksi produk
  • sistem traceability
  • kebersihan pekerja
  • pemisahan area pemotongan dan pengepakan

Dalam sejumlah yurisdiksi di level internasional, hal ini sering berkaitan erat dengan konsep Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta standar kesehatan masyarakat lainnya. Konsep keamanan pangan juga merupakan bagian dari sistem food safety global yang menjadi perhatian negara maju maupun berkembang.


Kaitan KBLI 10120 dengan Sektor Perdagangan dan Distribusi

Setelah diproses dan dikemas sesuai standar, produk unggas dari kegiatan KBLI 10120 biasanya dipasarkan melalui:

  • pasar tradisional
  • distributor besar
  • rumah makan
  • hotel dan restoran
  • supermarket
  • industri makanan olahan
  • e-commerce makanan fresh

Distribusi merupakan bagian vital dari rantai pasok, terutama untuk produk yang memerlukan kontrol temperatur dan waktu. Oleh karena itu, fasilitas cold chain menjadi standar yang makin diwajibkan pada sektor ini, terutama untuk kualitas karkas unggas yang sensitif.

Konsep transportasi rantai dingin (cold chain logistics) sendiri telah menjadi salah satu teknologi logistik modern yang mendukung industri pangan global, dan banyak digunakan pada kategori protein hewani, seafood, farmasi, hingga hasil pertanian berumur simpan pendek.


Prospek Bisnis dan Pertumbuhan Industri Rumah Potong Unggas

Secara ekonomi, prospek sektor ini tergolong menjanjikan karena didukung oleh beberapa faktor:

  1. Tren konsumsi protein meningkat
  2. Harga ayam relatif stabil
  3. Pertumbuhan populasi urban
  4. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya HORECA
  5. Distribusi modern yang semakin berkembang

Selain itu, presence sektor ini juga berkontribusi pada integrasi peternakan, pengolahan, logistik, dan industri pangan. Model bisnis integratif seperti farm-to-table hingga farm-to-retail memungkinkan efisiensi biaya dan peningkatan kontrol mutu produk.


Tantangan yang Dihadapi Pelaku Usaha

Meski peluangnya besar, pelaku usaha rumah potong unggas menghadapi sejumlah tantangan penting, antara lain:

  • kebutuhan modal untuk fasilitas modern
  • sertifikasi dan standarisasi
  • peningkatan teknologi cold chain
  • kepatuhan sanitasi dan regulasi veteriner
  • efisiensi distribusi dan logistik
  • volatilitas harga pakan dan supply produk
  • tekanan pasar retail

Pelaku usaha yang mampu mengatasi tantangan ini biasanya masuk ke segmen yang memiliki daya saing lebih tinggi dan margin lebih baik, terutama di sektor B2B maupun retail premium.


Kesimpulan

KBLI 10120 Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas adalah sektor yang memiliki nilai strategis dalam mendukung rantai pasok pangan nasional. Klasifikasi ini membantu pelaku usaha dalam menentukan ruang lingkup kegiatan, legalitas, perizinan OSS, standar higienitas, serta kewajiban keamanan pangan. Dengan pertumbuhan konsumsi unggas yang terus meningkat, sektor ini diprediksi akan terus berkembang seiring modernisasi rantai distribusi dan peningkatan kesadaran konsumen terhadap kualitas protein hewani.


Penutup + Soft CTA Hive Five

Bagi pelaku usaha yang ingin membuka, memperluas, atau menata ulang legalitas usaha sektor unggas, proses administrasi seperti pendaftaran KBLI, pengurusan OSS-RBA, Sertifikat Standar, hingga izin operasional dapat menjadi tantangan tersendiri. Hive Five membantu pelaku usaha dalam proses konsultasi dan pendampingan perizinan agar operasional bisnis berjalan legal, efisien, dan sesuai regulasi terkini.

Kunjungi: https://hivefive.co.id untuk informasi lebih lanjut.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virtual Office

LIHAT LOKASI-LOKASI KANTOR VIRTUAL OFFICE