Potensi Besar KBLI 10801 Industri Ransum Makanan Hewan – Peluang & Perizinan OSS

KBLI 10801 Industri Ransum Makanan Hewan: Definisi, Perizinan OSS, dan Peluang Usaha

Industri pakan hewan merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh seiring meningkatnya populasi hewan peliharaan, peternakan unggas, perikanan budi daya, hingga kebutuhan nutrisi hewan komersial. Dalam sistem klasifikasi KBLI, kegiatan industri pakan hewan masuk dalam KBLI 10801 – Industri Ransum Makanan Hewan, yang mengatur penyediaan ransum, pakan, serta formulasi bahan campuran bagi berbagai jenis hewan.

Artikel ini memberikan penjelasan lengkap mengenai definisi KBLI 10801, kategori usaha yang tercakup, sistem perizinan melalui OSS, karakteristik bahan baku dan proses, peluang pasar, serta requirement bisnis sebelum memulai usaha. Konten ini penting bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke sektor agribisnis modern, industri pet food, maupun penyedia pakan ternak.


Definisi KBLI 10801 Industri Ransum Makanan Hewan

KBLI 10801 mencakup kegiatan industri yang memproduksi ransum makanan hewan baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun skala peternakan. Yang dimaksud dengan ransum atau pakan adalah campuran bahan yang memenuhi kebutuhan nutrisi hewan melalui formulasi tertentu, termasuk protein, energi, vitamin, mineral maupun suplemen lain.

Jenis hewan yang termasuk dalam lingkup KBLI ini meliputi:

  • unggas (ayam petelur, broiler, kalkun)
  • hewan ruminansia (sapi, kambing, domba)
  • ikan dan biota perikanan budi daya
  • hewan peliharaan (anjing, kucing, burung hias)
  • hewan ternak komersial lain

Definisi ini tidak hanya mencakup pakan jadi, tetapi juga bahan aditif dan premix, yang digunakan sebagai campuran untuk meningkatkan nutrisi atau performa hewan.


Ruang Lingkup Kegiatan

Kegiatan dalam KBLI 10801 umumnya meliputi:

  • formulasi resep pakan sesuai komposisi gizi
  • pengolahan bahan baku (grinding, mixing, pelletizing)
  • produksi premix dan aditif pakan
  • pengemasan dan distribusi
  • penjualan pakan dalam bentuk pakan pabrikan

Dalam kategorinya, KBLI 10801 tidak mencakup pembuatan makanan hewan yang bersifat khusus (misalnya treats premium) karena sebagian kategori snack hewan dapat berada pada klasifikasi industri makanan khusus lainnya. Namun, untuk kebutuhan pet food standar, ransum harian, dan pakan ternak utama, kode ini adalah yang paling relevan.


Contoh Produk dalam KBLI 10801

Jenis produk yang berada dalam ruang lingkup ini antara lain:

  • crumble feed ayam
  • pellet ikan
  • mash feed untuk layer
  • pakan sapi penggemukan
  • komplemen mineral dan vitamin
  • premix protein
  • pellet universal pet food
  • pakan burung hias
  • dog food basic

Beberapa produk dapat melibatkan komposisi berbasis jagung, dedak, tepung ikan, kedelai, mineral dan bahan energi lain. Bahan bakunya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan produksi dan formulasi.


Perizinan Usaha melalui OSS

Pelaku usaha yang ingin menjalankan industri ini wajib mengikuti ketentuan perizinan yang dikelola melalui OSS (Online Single Submission). Perizinan modern bersifat risk-based, sehingga tingkat risiko usaha menentukan jenis perizinan dan sertifikasi yang dibutuhkan.

Pada KBLI 10801, klasifikasi risiko biasanya berada pada kategori menengah – tinggi, sehingga membutuhkan:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Sertifikat Standar
  • Perizinan Teknis
  • Sertifikasi K3
  • Kelayakan Lingkungan (AMDAL/UKL-UPL jika diperlukan)

Selain itu, industri pakan hewan membutuhkan perizinan tambahan dari otoritas kesehatan hewan dan pangan, tergantung segmentasi pasar (pet food vs feed livestock). Pemerintah Indonesia memiliki klasifikasi yang memastikan keamanan rantai pakan agar tidak mengganggu ekosistem pangan nasional.


Lokasi Usaha dan Kesesuaian Tata Ruang

Pendirian industri ransum makanan hewan wajib memperhatikan:

  • zonasi industri
  • kawasan peruntukan agribisnis
  • fasilitas gudang
  • akses logistik (transportasi bahan baku dan distribusi)
  • pengelolaan limbah produksi

Beberapa daerah telah mengembangkan kawasan khusus agribisnis dan feed manufacturing, terutama pada sentra peternakan unggas dan perikanan.


Standar Mutu dan Sertifikasi Industri

Untuk menjamin keamanan dan kualitas pakan, industri ransum makanan hewan sering memerlukan sertifikasi antara lain:

  • Sistem Jaminan Mutu Pakan
  • Sertifikasi HACCP
  • ISO 9001 untuk manajemen mutu
  • ISO 22000 untuk keamanan pangan
  • Halal untuk pakan tertentu yang membutuhkan label kehalalan
  • SNI untuk jenis pakan tertentu

Pada industri pet food premium, klasifikasi nutrisi mengacu pada standar global seperti FEDIAF dan AAFCO, yang mengatur kategori nutrisi dan formulasi pada hewan peliharaan. Pengetahuan tersebut memerlukan pemahaman nutrisi hewan, termasuk aspek metabolisme dan komposisi gizi yang berkaitan dengan biomassa dan organisme, seperti hewan dan tumbuhan yang menjadi sumber protein.


Segmentasi Pasar dan Pertumbuhan Industri

Industri ransum makanan hewan memiliki segmentasi pasar yang cukup luas.

Untuk peternakan, pakan merupakan komponen biaya terbesar, mencapai 60–80% dari total biaya operasional. Hal ini membuat pakan menjadi sektor strategis dalam agribisnis unggas dan perikanan.

Untuk hewan peliharaan, terjadi peningkatan demand pakan hewan premium akibat meningkatnya populasi pemilik hewan peliharaan di kota besar yang cenderung mengadopsi gaya hidup pet companion.

Selain itu, industri pakan ikan budi daya tumbuh signifikan seiring ekspansi sektor akuakultur nasional. Komoditas seperti nila, lele, dan udang membutuhkan pellet dengan formulasi energi dan protein yang seimbang.


Bahan Baku dan Formulasi Gizi

Ransum makanan hewan dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik, seperti:

  • protein
  • energi metabolisme
  • asam amino
  • vitamin
  • mineral
  • serat
  • lipid dan asam lemak

Sumber bahan berasal dari tumbuhan (plant-based) maupun hewani (animal-based). Beberapa contoh dapat ditemukan dalam bahan berbasis biji-bijian, tepung ikan, tepung kedelai, serta biomassa organik.

Perkembangan inovasi saat ini juga melibatkan sumber protein alternatif seperti:

  • serangga
  • mikroalga
  • protein sel tunggal (SCP)
  • residu agroindustri

Inovasi ini memperluas pasar sekaligus membuka peluang bisnis baru pada sektor bahan pakan.


Peluang Bisnis di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi pakan yang cukup besar, ditopang oleh:

  • industri unggas
  • peternakan sapi
  • akuakultur
  • pertumbuhan pet food (dog & cat)

Beberapa peluang bisnis yang muncul antara lain:

  • pendirian pabrik pakan mini-scale
  • jasa formulation consultancy untuk nutrisi pakan
  • distribusi dan brand repackaging
  • penyedia bahan baku (raw material supplier)
  • integrasi vertikal peternakan-pakan
  • direct-to-consumer pet food
  • pakan organik dan pakan premium

Tren pet food premium diprediksi meningkat seiring urbanisasi dan perubahan gaya hidup.


Kesimpulan dan Ajakan Soft Selling

KBLI 10801 adalah klasifikasi industri yang tepat bagi pelaku usaha yang ingin bergerak dalam produksi ransum makanan hewan, baik untuk sektor peternakan maupun consumer pet food. Industri ini memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan merupakan bagian penting dalam rantai agribisnis serta ekonomi pangan nasional.

Bagi pelaku usaha yang ingin memahami klasifikasi KBLI, proses perizinan OSS, risiko legal, hingga strategi branding dan go-to-market dalam sektor ini, Anda dapat memanfaatkan layanan konsultasi dari Hive Five. Kami membantu pelaku bisnis untuk scale-up usaha berbasis KBLI, memastikan legal compliance, dan membangun positioning bisnis yang berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
https://hivefive.co.id

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virtual Office

LIHAT LOKASI-LOKASI KANTOR VIRTUAL OFFICE